Cerpen Terpopuler – Janji harus ditepati


Hujan turun sore itu. Aromanya khasnya menyengat karena dari pagi cuaca panas. Rizma sedang duduk di meja belajar di pojok kamarnya. Dia bisa melihat tetesan hujan yang membasahi pot-pot bunga di luar kamarnya. Dia juga melakukan ritual setiap kali hujan yaitu menuliskan namanyaa di jendela yang basah terkena tampias hujan.

Cerpen Terpopuler - Janji harus ditepati
Cerpen Terpopuler – Janji harus ditepati



“Galang Pratama,” itulah uang ditulis Rizma.

Sambil mengamati tulisan dan menghirup aroma hujan, Rizma mulai mengingat sosok Galang. Cowok bertubuh kecil dan tinggi yang selalu dia puja-puja secara diam-diam. Dia masih ingat benar aroma Galang setiap kali lewat di depan Rizma. Sepertinya setiap orang selalu punya nama yang datang bersama hujan.

Sudah hampir satu bulan Rizma tidak bisa bertemu Galang. Rizma sudah pulang ke rumah sedangkan Galang ada di Jogja. Rizma sudah lulus kuliah sedangkan Galang masih satu semester lagi. Ada sesak dan nyeri setiap kali Rizma mengingat Galang. Terbesit secuil penyesalan karena tidak mengungkapkan. Padahal Rizma sudah menyimpan semuanya selama tiga tahun. Galang tidak paham dan Rizma tidak berani memulai. Keduanya hanya saling menyapa seperti layaknya teman kuliah. Tidak ada yang istimewa, padahal bagi Rizma Galang adalah segala-galanya.
Hujan sore itu entah membawa roh apa, tiba-tiba Rizma memiliki ide. Dia bertekad untuk segera menemukan pekerjaan. Dia tidak ingin terlalu lama menjadi pengangguran. Dia akhirnya bangun dari lamunan tentang Galang. Rizma mulai mencari pekerjaan di internet dan menemukan beberapa yang menarik. Dia akhirnya menulis lamaran pekerjaan. Satu di antaranya ditujukan untuk sebuah perusahaan yang ada di kampung halaman Galang, Semarang.
Rizma sangat berharap bisa diterima di perusahaan itu. Entah dengan alasan apa, dia sendiri tidak tahu.
“Kalau gue diterima di XZY, gue bakal pakai gaji pertama gue buat beliin kado untuk Galang,” kata Rizma pada dirinya sendiri.
Tentu itu jadi sebuah janji yang sangat menantang bagi Rizma. Akan sangat aneh ketika dia tiba-tiba memberikan kado ke Galang yang bukan siapa-siapanya. Entah kenapa, Rizma nekat menulis nazar itu. Tak berselang lama, ada balasan dari XZY. Rizma diundang untuk mengikuti psikotes. Tentu saja Rizma sangat antusias. Setelah tes itu, Rizma kembali mendapat email untuk mengikuti tes wawancara. Hingga akhirnya tes kesehatan. Semuanya lolos. Rizma diterima di perusahaan yang lokasinya di kampung halaman Galang.
Dia juga masih ingat benar akan janjinya. Rizma benar-benar membelikan kado untuk Galang. Dia membeli kemeja denim pria cool stev di ayobelanjabaju.com. Rizma sudah lama sekali ingin melihat Galang memakai kemeja denim lengan pendek. Selama ini Galang selalu memakai kemeja kotak-kotak atau kaus warna hitam.
Rizma sudah membayangkan Galang akan terlihat makin ganteng dan keren dengan baju denim pilihannya. Baju itu sampai di Semarang beberapa hari setelah dipesan. Saat sudah sampai, Rizma baru sadar satu hal. Dia tidak tahu alamat Galang. Lalu, kemana baju itu harus dikirim? Setelah berfikir dan mengumpulkan keberanian akhirnya Rizma menghubungi Doni, teman dekat Galang.
Untungnya Doni tidak banyak tanya. Dengan cepat Rizma bisa mendapatkan alamat kos Galang di Jogja. Setelah mengirim kemeja denim itu, Rizma dihantui ketakutan yang luar biasa. Dia bingung harus jawab apa kalau Galang bertanya untuk apa kado itu. Rizma takut Galang akan menolak atau justru kemeja itu akan diberikan ke orang lain. Ada berbagai macam pikiran negatif menggelayut di pikiran Rizma. Suatu sore, ponsel Rizma berbunyi. Ada pesan masuk.
“Lu ngapain ngirim baju buat gue?”
Rizma langsung pucat saat membaca pesan dari Galang itu. Rizma membacanya berkali-kali. Pesan itu didiamkan hingga satu jam.
“Nggak papa. Itu nazar,”balas Rizma.
“Nazar?”
“Iya… Gue bikin janji kalau diterima kerja di XZY, gue bakal ngasih lu kado,”jawab Rizma.
“Ha? Kenapa?”
“Karena lu istimewa.”
Setelah mengirim pesan itu, Rizma mematikan paket data ponselnya. Dia tidak siap membaca balasan dari Galang. Tengah malam, Rizma baru berani menghidupkan ponselnya. Jantungnya seperti mau copot. Setelah ditunggu, tidak ada pesan dari Galang. Apa yang dibayangkan Rizma tidak terjadi. Dia bingung harus senang atau sedih. Rizma benar-benar tidak tahu. Seminggu setelah kejadian itu, Galang tidak pernah memberi jawaban. Rizma berfikir Galang illfeel.
“Bodo amatlah, yang penting gue memenuhi nazar gue,” kata Rizma menghibur diri.
Rizma berusaha untuk tidak memikirkan Galang lagi. Tapi itu semua gagal total.
“Riz, ada yang nyari lu tuh di bawah,” ungkap Melia.
“Siapa?”
“Nggak tahu. Temuin aja. Lu sekalian pulang juga kan?”
“Iya, gue balik dulu ya. Selamat malam Mingguan di kantor,” ungkap Rizma.
Setelah sampai di lantai bawah betapa terkejutnya Rizma. Ada Galang di sana. Dia memakai denim yang diberikan Rizma.
“Kok lu?” ujar Rizma.
“Udah… Motor tinggal dulu sini aja. Ikut gue dan nggak usah banyak protes,” kata Galang.
Rizma yang masih shock hanya diam dan menurut saja. Sore itu Rizma seperti terkena hipnotis. Dia menuruti setiap omongan Galang. Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang sangat romantis. Suasannya tenang dan sejuk. Galang meminta Rizma untuk duduk. Rizma hanya menurut.
Setelah itu Galang pergi. Dia menuju sebuah panggung yang ada di cafe itu. Dia mencari sesuatu. Setelah beberapa saat, ternyata Galang menyanyikan sebuah lagu. Galang menyanyikan lagu berjudul The One milik Kodaline. Itu adalah band favorit Galang dan Rizma.
“Lagu tadi gue persembahkan untuk seseorang cewek yang nggak takut untuk memulai,” ungkap Galang.
Dia lalu datang menghampiri Rizma yang masih speechless. Galang memegang tangan Rizma yang gemetar.
“Will you be my one and only?”tanya Galang.
Rizma tersenyum manis. Dia mencubit Galang.

Cerpen terpopuler - Mantanku Tukang Copas


Citra dan Zydane adalah pasangan super gokil. Berbeda dengan pasangan muda lainnya yang sering nonton dan nongrong berdua di tempat romantis, pasangan ini malah lebih sering melakukan hal-hal konyol. Keduanya saling bersaing untuk melakukan hal-hal gila. Cita dan Zydane kadang menonton sendiri-sendiri saat tidak ada jadwalyang pas. Keduanya lalu bersaing siapa yang lebih dulu menonton. Tak jarang Citra dan Zydane makan sendirian seperti jomblo yang nggak pernah dilirik orang.

mantan-pacar

Meski begitu, pasangan ini bisa romantis juga. Keduanya sudah memiliki puluhan kaus dan kemeja couple yang dibeli di ayobelanjabaju.com. Pakaian itu sering dipakai meski mereka tidak saling bersama. Saat menonton film Allied, Citra dan Zydane menonton sendiri-sendiri tapi mereka mengenakan kemeja couple Denim San Kui. Itu sudah sesuai dengan perjanjian.

Baru-baru ini keduanya membuat tantangan yakni saling mengirim pesan kepada mantan mereka. Citra awalnya ragu tapi pada akhirnya menjalankan tantangan itu juga.

“Hai,” tulis Citra untuk Aji.

Tak berselang lama, pesan melalui WA itu sudah mendapat balasan.
“Jangan ganggu gue lagi! Gue udah bahagia sekarang. Mendingan lu move on deh,” begitu pesan dari Aji.
Balasan itu diperlihatkan kepada Zydane yang duduk di depan Citra. Keduanya saling memandang lalu tertawa.
Zydane juga mengirimkan pesan yang sama kepada mantannya yang bernaman Nana. Sayang, pesan itu hanya dibaca tanpa dibalas.

Beberapa hari setelah tantangan Citra kembali dibuat terpingkal-pingkal oleh kelakuan mantannya. Aji mengunggah sebuah foto dengan pacar barunya. Keduanya menggunakan kemeja couple Dream Star yang dipesan dari Ayobelanjabaju.com. Citra tahu benar karena dia dan Zydane juga punya baju itu. Selain baju yang sama, pose pasangan itu juga sama dengan pose Citra dan Zydane. Sontak saja Citra ngakak.
“Ini orang apa banget sih, tukang copas banget. Nggak malu apa ya?” kata Citra entah kepada siapa, mungkin angin.

Tak berselang lama, ada pesan masuk ke Instagram Citra. Pesan itu berasal dari pacar baru Aji.
“Lu jangan coba ganggu Aji dan gue lagi. Kami sudah bahagia. Please, lu kan udah punya cowok juga.
Jangan jadi perusak hubungan orang.”
Pesan itu tidak digubris oleh Citra. Lalu, ada pesan lain yang masuk lagi. Masih dari orang yang sama.
“Lu tahu nggak sih gimana rasanya saat lu dibanding-bandingin sama orang lain. Aji tuh apa-apa selaldibandinginnya ke lu. Bahkan, dia masih simpan foto lu. Kemarin yang bales pesan di WA itu gue.”

Saat membaca pesan itu, Citra terkejut. Dia tidak tahu sama sekali tentang Aji yang masih menyebut- nyebut namanya. Pesan di WA itu juga anya sekadar iseng. Semua dijelaskan ke pacar baru Aji.

Entah pacar Aji mengerti atau tidak, yang pasti tidak ada balasan. Yang pasti, foto dengan pose yang sama persis muncul lagi. Semenjak hariitu, akun Instagram Aji dan pacarnya diblokir oleh Citra dan Zydane. Kini Citra dan Zydane bahagia dan melakukan hal gila lainnya tapi tidak pernah menyangkut dengan masa lalu. Keduanya malah bersaing siapa yang akan selesai skripsi duluan.

Anak Kekunoan, Mama Kekinian

Anak Kekunoan, Mama Kekinian
anak kekunoan mama kekinian
Anak Kekunoan, Mama Kekinian

“Permisi… Ada paket!” teriak seorang pria dari luar pintu gerbang rumah Finta. Gadis berambut panjang yang kini duduk di bangku kelas XI itu lalu berlari untuk membukakan pintu.
“Paket buat siapa ya, Pak?” tanya Finta tanpa basi-basi.
“Atas nama Astuti Wulandari Mbak. Apa benar di sini rumahnya?”
“Oh…iya. Bener kok Pak.”

Finta bergegas mengecek paketan itu setelah menandatangi tanda terima.
 “Ayobelanjabaju.com lagi, pasti Mama beli baju baru lagi. Padahal baru seminggu yang lalu pesanan sepatu di ayobelanjabaju.com sampai,” ujar Finta. Paket itu lalu diletakkan Finta di meja kamar sang Mama. Belum sempat keluar dari kamar itu, Mama sudah datang.

“Ada paketan lagi tuh buat Mama. Mama beli apa lagi sih?” tanya Finta.
“Wah, cepet banget. Mama beli baju couple Rusa Sabta Marry. Mama sama Papa kan mau ada acara liburan ke Bandung sama temen-temen. Kamu kemarin diajak nggak mau, ya udah Mama beli baju couple sama Papa aja,” jelas sang Mama.
“Mama Papa kan udah punya baju couple banyak. Ngapain beli-beli lagi?”
“Yang itu kan udah pernah dipakai semua. Masa kalau pergi kesannya pakai yang itu-itu aja, malu dong sayang,” jawab sang Mama.
“Serah Mama aja deh,” jawab Finta sambil berlalu meninggalkan Mama yang sibuk memeriksa paketnya yang baru saja sampai.

Begitulah kehidupan Finta. Mamanya suka sekali belanja pakaian ala kekinian. Setiap ada yang lagi trend pasti Mama beli. Beda jauh dengan Finta, dia sangat cuek terhadap penampilan. Cukup kemeja atau t-shirt dan celana jeans, dia sudah merasa PD.

Berkali-kali Mama meminta Finta untuk berpenampilan layaknya remaja lainnya yang modis, tapi Finta selalu menolak. Dia juga awalnya merasa biasa saja saat melihat Mamanya yang selalu tampil dengan gaya ala anak muda.
Entah mengapa akhir-akhir ini saja dia merasa kurang nyaman. Dia merasa ada yang salah dengan penampilan sang Mama. Rasanya dia ingin bicara tapi tidak tega dan takut salah bicara. Sampai siang itu ada kejadian yang membuat Finta benar-benar tidak kuat lagi untuk menahan semuanya.

“Mamanya Finta tuh kekinian banget, tapi lihat anaknya, kekunoan! Hahahha,” ungkap teman Finta.
Ada juga beberapa teman yang mengejeknya dengan sebutan yang sangat menyakiti Finta.
“Dia tuh kayaknya anak angkat deh. Mamanya cantik, Papanya ganteng, anaknya, apa banget.”

Kejadian itupun akhirnya diceritakan Finta ke Mamanya. Kini sang Mama mulai mengerti. Dia berjanji akan berpenampilan modis tapi sesuai dengan usianya. Finta juga dirayu sang Mama untuk mulai mengubah penampilannya, setidaknya wajahnya tidak terlihat kusam dan bibirnya tidak kering.

Finta harus mulai melakukan perawatan untuk menjaga kesehatan dan penampilannya dan dia setuju. Keduanya lalu belanja beberapa produk kecantikan di aybela.com. Finta juga memilih beberapa baju yang sedang trend di kalangan remaja di ayobelanjabaju.com.

Kini Ibu dan anak ini sama-sama tampil cantik. Tidak ada lagi yang menjuluki Finta sebagai anak angkat atau anak kekunoan. Bahkan, cowok yang ditaksir Finta secara diam-diam kini mulai mendekatinya.

“Cie…yang lagi PDKT,” kata sang Mama.
Finta hanya tersenyum malu.
“Sekarang yang pesen baju couple di ayobelanjabaju.com nggak cuma Mama nih kayaknya,” tambah Mama sambil tertawa.
“Iya dong. Kan yang kekinian nggak Cuma Mama. Aku juga bisa,” jawab Finta

Cerpen - Berawal dari Kertas Tugas



Tingkah orang yang lagi jatuh cinta memang kadang aneh bahkan bisa dibilang gila. Hal itu juga dialami oleh Natuna. Seorang mahasiswi yang kini duduk di semester lima. Dia sedang tergila-gila pada juniornya yang bernama Randy. Karena merasa dirinya adalah cewek ditambah lagi dia adalah senior, Natuna tidak mau mendekati Randy. Dia berusaha dengan berbagai macam cara agar Randy memperhatikannya setiap kali keduanya bertemu. Sayang semua usah itu masih gagal.

Cerita Cinta

“Na…. Gue harus ngapain dong? Dia itu sok cuek banget. Enggak pernah mau senyum kalau ketemu gue,” cerita Natuna pada Rindu saat mereka sedang makan siang di rumah makan Padang.
“Duh…mana gue tahu. Lu datang ke tempat yang salah kalau mau cari solusi buat PDKT sama cowok,”jawab Rindu.
“Oh….iya. Gue lupa kalau lu jomblo selama 20 tahun. Hahahahahah,” gurau Nantuna.
“Lu lagi ngetawain nasib lu sendiri?”
“Sialan lu!”
“Ya lu ngomong seolah-olah gue ini satu-satu orang yang jomblo paling lama. Padahal lu juga. weeekkk…,” ungkap Rindu sambil menjulurkan lidah.

Setelah makan siang, keduanya kembali ke kampus karena masih ada satu kelas lagi yang harus dihadiri.

“Kosong woy! Cuma dikasih tugas dan dikumpulin hari ini juga. Lihat aja di papan pengumuman,” kata Ridwan saat bertemu dengan Natuna dan Rindu di tempat parkir.

Dua cewek jomblo itu akhirnya berjalan menuju papan pengumuman. Ridwan memang tidak bohong.
Keduanya lalu memilih perpustakaan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen yang sedang sakit. Setelah selesai, sesuai dengan perintah tugas itu dikumpulkan di meja dosen yang bersangkutan. Saat sampai di ruangan beliau, Natuna melihat sesuatu yang kemudian memunculkan ide cemerlang.

 Di meja dosen itu ada tumpukan kertas tugas. Setelah dilihat ternyata ini tugas untuk mahasiswa angkatan si Randy. Natuna meneliti tumpukan kertas itu dan mencari nama Randy. Setelah beberapa saat, akhirnya kertas yang dia cari ketemu.

“Yey…dapet nih gue,” ungkap Natuna.
“Gila lu! Mau lu apain? Ayo keluar!” ajak Rindu.
“Gue punya ide cemerlang. Yuk!” kata Natuna penuh semangat lalu memasukkan kertas milik Randy ke dalam tasnya.
“Kertasnya lu bawa?”
“Iya, udah ayo! Keburu ketahuan ntar.”

Rindu hanya terdiam dan pasrah saat tangannya ditarik oleh Natuna. Rindu bingung apa yang sebenarnya ada di kepala temannya itu. Mungkin saja kepalanya baru aja terbentur tembok atau batu besar. Sesampainya di rumah, Natuna langsung mengeluarkan kertas tugas milik Randy. Dia membaca dan meneliti satu per satu tulisan Randy.
“Hahahaha… . Ini sih banyak yang salah. Sini kakak ajarin dulu,” ungkapnya entah pada siapa karena dia sedang sendirian di dalam kamar.Natuna lalu ingat status Randy di Twitter beberapa hari lalu.

“Ngopi yuk!” begitu statusnya.

Natuna lalu menuliskan kata-kata yang sama di kertas tugas Randy Tulisannya ada di bagian bawah dan kecil-kecil sekali. Natuna berharap tulisan itu tidak terbaca dosennya. Selain ajakan ngopi, Natuna menambahkan nomor WhatsApp-nya.

Keesokan harinya, Natuna berangkat ke kampus lebih awal demi mengembalikan kertas yang dia curi dari ruang dosen. Dia sudah memastiakn bahwa di jam itu, Sang Dosen tidak ada jadwal mengajar. Kemungkinan besar dosen itu tidak ada di ruangan. Tebakan Natuna benar. Semua berjalan sesuai rencana. Satu minggu setelah pencurian itu, tidak ada kabar sama sekali dari Randy.

Tidak ada nomor baru yang masuk. Bahkan, Randy yang biasanya aktif di Twitter dan menuliskan segala sesuatu di sosmed, tidak pernah menyinggung masalah ajakan ngopi. Natuna sudah putus asa. Mungkin tidak dibaca atau kertasnya tidak dikembalikan, begitu yang ada di pikiran Natuna.
Satu bulan kemudian, ponsel Natuna bergetar saat dia sedang asyik ngobrol dengan teman-temannya di kantin kampus.

“Duh… ini hp berisik. Pasti dari operator atau Papa minta pulsa nih,” keluh Natuna.
Ternyata setalah dilihat, ada pesan WA baru dari nomor yang tidak dikenal. Tidak ada foto di kontak tersebut.
“Yuk! Cafe Lovable, malam ini, jam 8,” begitu pesan dari nomor tak dikenal itu.
“Duh…. siapa lagi nih. GJ. Pasti salah sambung,” kata Natuna.
“Emang apaan isinya?” tanya Rindu.
Lalu Natuna memberikan ponselnya kepada Rindu dan membiarkan dia membaca pesan itu.
“Sstttt… Jangan-jangan ini si doi. Kan waktu itu lu…,” Rindu belum sempat menyelesaikan kalimatnya,
Natuna langsung memotong.
“Oh My God… demi apa? Gue mimpi apa? Tapi kok nggak ada fotonya? Bisa aja orang lain yang salah
kirim,” ungkap Natuna.
“Udah coba dateng aja. Siapa tahu emang dia atau ini lu bales aja. Terus tanya siapa dia,” saran Rindu.

Setelah berdebat lama dengan Rindu, akhirnya Natuna memutuskan untuk datang. Dia menjawab pesan di WA itu dengan satu kata saja yaitu ‘Okay’. Hari yang ditunggu tiba. Natuna sudah tampil cantik pakai Blouse Wanita Coco Made Me warna merah dan sepatu Converse all star warna merah kesayangannya. Keduanya dibeli Natuna di online shop favoritnya yaitu ayobelanjabaju.com.

Menurut Natuna, dia selalu nyaman dan merasa lebih PD setiap kalai pakai baju atau sepatu dari Ayobelanjabaju.com. Saat sampai di cafe, dia mencoba menghubungi nomor yang sempat mengirimnya pesan lewat WA.

Tidak ada jawaban. Natuna sempat ingin pulang, lalu ada orang yang tiba-tiba memanggilnya. Saat menengok ke belakang, ternyata itu adalah Randy.

“Sorry ya,telat!” kata Randy sambil tersenyum manis yang mampu membuat Natuna pengin pingsan.
Malam itu benar-benar layak dicatat dalam buku sejarah, begitu pikir Natuna. Keduanya ngobrol hingga
larut malam dan sejak hari itu, Natuna dan Randy makin dekat. Setelah PDKT tanu sudah bisa dibayangkan apa yang terjadi selanjutnya. Mereka jadian.

Karena Jodoh Nggak kemana !

Cahaya matahari sudah menyelinap masuk ke kamar kos Diva yang ukurannya cuma 2×3 meter. Semalam dia lupa menutup jendelanya jadi sinar matahari membuat Diva merasakan silau. Mau nggak mau dia harus bangun.
jodoh enggak kemana
“Duh… Silau banget sih. Ini jam berapa coba,” keluhnya entah pada siapa.
Dia beranjak dari kasurnya yang hanya diletakkan di lantai, tanpa alas apapun. Diva bergegas untuk menutup jendelanya dan tidur lagi. Maklum saja, Diva baru tidur jam 2 pagi. Sebelum kembali tidur dia melihat ponselnya. Ternyata ada panggilan tidak terjawab.
Setelah dicek ternyata dari Mamanya.
“Aduh Mama. Pasti mau tanya kapan pulang ngajak pacar nih,” keluhan kedua di pagi itu muncul lagi dari mulut Diva.
Gara-gara melihat panggilan tak terjawab itu entah kenapa Diva jadi merasa ngga ngantuk lagi. Akhirnya dia mulai stalking di pagi hari. Foto Rama muncul di feed Instagramnya, paling atas. Dia mulai galau lagi kalau ingat cowok yang udah membuatnya gagal move on selama 10 tahun.
Diva membiarkan foto itu lewat begitu saja. Ini masih terlalu pagi buat nangis dan galau gara-gara gagal move on.
Diva lalu membuka pesan di WA. Ada beberapa pesan. Satu di antaranya dari Widya.
“Va lu datang ya ke nikahan gue. Please….!!!”
“Aduh… Gue kayaknya nggak bisa janji deh. Soalnya kalau mau tukar jadwal libur susah banget nih.”
“Ayolah Va. Demi gue. Usahain dong. Nanti temen-temen yang lain banyak yang datang juga kok.”
“Iya. Gue usahain ya. Ntar gue kabarin lagi.”
Sebenarnya Diva mau datang dan masalah libur itu bisa diatur. Yang jadi masalah adalah kalau Diva datang berarti dia harus pulang ke kotanya. Emang nggak jauh sih, cuma 2 jam perjalanan. Itu artinya dia akan ditanya tentang pacar oleh Mamanya. Ditambah lagi saat di nikahan Widya, pasti temen-temennya bawa pasangan.
Seminggu berfikir dan mempertimbangkan banyak hal akhirnua Diva memutuskan untuk pulang dan datang ke pernikahan Widya. Dia juga sudah membeli kado istimewa di ayobelanjabaju.com. Dia membelikan kutu baru dress batik couple.
Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Diva sudah siap kalau akhirnya akan ditanya kapan nyusul atau saat harus melihat temannya datang dengan pasangan.
Walau sudah memikirkan banyak kemungkinan, ada satu yang terlupakan oleh Diva dan saat itu malah beneran jadi kenyataan. Diva bertemu Rama. Cowok itu tiba-tiba mengulurkan tangan dan menyapanya.
“Hai Va. Kamu apa kabar?” tanya Rama.
“Haa…. Halo. Baik. Kamu sendiri gimana?”
“Baik…”
Lalu mereka ngobrol panjang lebar tapi nggak pakai tinggi. Soalnya ini bukan rumus matematika. Saat di tengah obrolan Diva baru ingat bahwa Rama dan Widya dulu sama-sama pengurus OSIS SMP. Pantas kalau Rama juga diundang.
Hal buruk yang dikhawatirkan Diva malah tidak terjadi. Dia malah bisa ketemu Rama setelah kurang lebih 5 tahun hilang tanpa kabar tapi tetep ada di hati Diva. Rama sempat beberapa kali ganti pacar. Diva tahu di sosmednya.
Setelah hari pernikahan Widya, Rama dan Diva malah jadi akrab. Ini tentu yang diharapkan Diva. Setelah sering komunikasi dan saling memberi perhatian akhirnya Rama mengajak Diva bertemu lagi. Kebetulan Rama ada pekerjaan di Semarang. Itu dekat dengan kantor Diva. Akhirnya mereka bertemu. Nggak disangka-sangka, Rama mengutarakan perasaannya. Dia bukan meminta Diva untuk jadi pacarnya. Rama malah langsung meminta Diva untuk jadi istrinya. Tentu saja Diva langsung menjawab iya. Penantian 10 tahun yang tidak sia-sia. Kalau jodoh emang nggak kemana.

Cerpen - Cinta Author and Editor

Tahun baru, gebetan baru. Kata-kata itu cocok banget buat Agatha. Di awal tahun ini dia mulai magang demi segera dapat gelar S.S. di belakang namanya. Sambil magang nyari gebetan. Gitulah kira-kira. Awalnya sih nggak niat buat ngurus hati. Apa daya di kantor koran daerah yang juga punya portal online itu ada sosok yang sayang kalau nggak dilirik. Dialah Miko, seorang editor untuk portal online yang dikunjungi ratusan ribu orang per harinya.
Cerpen Terpopuler - Author and Editor
                                 Cerpen Terpopuler – Author and Editor
“Sumpah, dia keren banget,” ungkap Agatha saat baru pertama kali pulang dari magang.
“Dia siapa? Abang ojek yang nganterin lu balik?” tanya Firda.
“Ihhh sialan lu. You know what? Mas editor di tempat magang gue. Duh, gue klepek-klepek. Dia itu nggak cuma ganteng. Dia kritis banget. Tulisan gue dilihat dan dikasih komentar satu-satu. Idaman banget pokoknya,” Agatha bercerita tanpa jeda.
“Sekeren apa sih tuh cowok. Jangan-jangan om om lagi.”
“Hush! Dia masih single. Okay setidaknya belum nikah. Kalau udah punya pacar atau belum, gue belum cari tahu.”
“Jaman sekarang mana ada cowok keren nganggur.”
“Who knows? Lagian pacaran nggak berarti jodoh.”
“Susah ngomong sama orang lagi jatuh cinta.”
Cerita tentang Miko selalu ada setiap sore, saat Agatha pulang dari tempat magangnya. Meski kedengarannya cerewet, nyatanya Agatha diam dan jadi speechless saat ada di dekat Miko. Dia pasti cuma iya iya aja sambil mengangguk saat mendengar review dari Miko. Suatu malam, saat itu sudah pukul 23.00, ada pesan masuk. Setelah dilihat ternyata nomor baru.
“Ciye. Selamat ya Tha. Berita kamu viral lho. Visitor hari ini naik banget gara-gara satu tulisanmu.”
“Iya. Makasih. Maaf ini siapa ya?” balas Agatha.
“Ini Miko.”
“Oh.. Kak Miko. Berita yang mana emang. Pasti gara-gara dikasih judul yang okay nih sama Kak Miko. Hehehhe,” Agatha membalas sambil ketawa-ketiwi.
Dia sangat bahagia, bukan karena beritanya yang viral. Dia begitu karena Miko akhirnya nge-chat dia di WA. Ini jadi bikin Agatha nggak tidur semalaman. Makin hari Agatha makin terpesona dengan Miko. Nggak cuma secara fisik, tapi juga dengan tulisan, ide, dan caranya saat memberikan review terhadap hasil tulisan Agatha.
Sayang, Agatha nggak berani menunjukkan perasaannya. Miko terlalu dingin untuk didekati. Dua bulan berjalan, tanpa ada kemajuan dalam hubungan antara editor dan author ini.
Dua bulan berlalu. Waktu Agatha untuk magang sudah selesai. Di hari terakhirnya magang, Miko malah nggak datang padahal Agatha sudah menyiapkan kado istimewa. Sebuah jam tangan yang dia beli di ayobelanjabaju.com. Jam itu sebenarnya couple. Yang satu dipakai Agatha dan yang satunya lagi untuk Miko. Akhirnya, jam itu dibawa pulang lagi. Agatha berpamitan ke editor idolanya itu melalui WA.
“Kak Miko. Hari ini aku terakhir magang. Makasih ya atas semua ilmunya.”
“Sama-sama. Terus berkembang ya. Kamu punya potensi besar, Dek.”
“Apa? Dek? Ini pertama kalinya dia manggil gue 'dek',”ungkap Agatha dalam hati.
“Siap mas. Sebenarnya aku mau ngasih sesuatu tapi malah nggak ketemu.”
“Mau ngasih apa?” tanya Miko.
“Kenang-kenangan.”
“Nggak usah repot-repot.”
“Enggak kok. Nanti kapan-kapan aku anter.”
Chatting itu akhirnya berakhir tanpa balasan dari Miko. Satu minggu kemudian, ponsel Agatha berbunyi. Ada WA masuk.
“Sibuk nggak dek?” tanya Miko di WA.
“Enggak Kak. Ada apa?” jawab Agatha sok cool padahal aslinya lagi loncat-loncat di kantin kampus.
“Aku lagi di deket kampus kamu. Ketemu yuk. Ehh itu kalau kamu mau lho.”
“Dimana? Kapan?”
“Sekarang. Di rumah makan padang depan kampus ya.”
“Okay.”
Dengan sigap, Agatha langsung bergegas ke tempat yang dimaksud. Saat sampai di sana, Miko sudah duduk di salah satu kursi. Agatha langsung mendekati dan menyapanya. Awalnya sih masih basa-basi. Sampai akhirnya ada di momen yang di nanti-nanti.
“Katanya kamu mau ngasih kenang-kenangan. Apa?” tanya Miko.
“Ohh iya. Nggak aku bawa sekarang.”
“Kalau gitu aku aja yang ngasih sesuatu ke kamu tapi bukan kenang-kenangan soalnya aku nggak mau ditinggal pergi.”
“Maksudnya?”
Miko menyodorkan kotak kecil.
“Buka aja,” pinta Miko.
Setelah dilihat ternyata jam tangan. Tanpa sengaja Miko juga membeli jam tangan couple di ayobelanjabaju.com.
“Lhoh…kok?”
“Kenapa dek? Jelek ya?”
“Bukan bukan. Sebenernya, yang mau aku kasih ke Kak Miko juga jam tangan. Kok bisa sama ya.”
“Hahahah. Yang bener?”
“Iya.”
“Mungkin itu tandanya kita jodoh.”
“Apa Kak?”
“Mungkin itu tandanya kamu harus mau jadi pacarku.”
“Kakak bercanda?”
“Apa aku pernah bercanda?”
“Enggak sih.”
“So?”
“Yes.”
“Ha?”
“Iya. Aku mau menulis cerita cinta sama seorang editor handal yang paling ganteng di dunia.”
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 
Exit Di Like yah Sob!! Makasih